DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar dikenalkan dengan muatan lokal sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran di sekolah. Selain mata pelajaran Bahasa Bali, para siswa diperkenalkan materi menari dan bernyanyi sebagai wahana pelestarian budaya dan tradisi sejak usia dini.
Kegiatan dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis (23/7/2026).
Pemberian materi dipandu langsung Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, bersama tim dan disambut antusias para siswa baru. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, Perbekel Desa Pemecutan Kaja AA Ngurah Arwatha, Kepala SD Negeri Tulangampiang I Made Astawa, para kepala SD se-Kecamatan Denpasar Utara, serta para guru dan pegawai di lingkungan SD Negeri Tulangampiang.
Salah seorang siswa, Dwi Sea Anindhira, mengaku senang mengikuti materi menari dan bernyanyi. Kegiatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkenalkan bahasa, seni, dan budaya Bali secara bersamaan. “Senang, semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena belajarnya jadi menyenangkan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Denpasar, A.A Gede Wiratama mengatakan pengenalan menari dan bernyanyi bagian dari penguatan muatan lokal dikemas secara edukatif, menyenangkan sesuai karakteristik peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Kegiatan selaras dengan pelaksanaan MPLS yang mengedepankan prinsip ramah anak, edukatif, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik. “Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan akademik, tetapi pada pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh,” ujarnya.
Lebih lanjut Wiratama menjelaskan, muatan lokal akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang berpihak pada peserta didik sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah. “Melalui pengenalan mesolah dan megending, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual sehingga anak-anak semakin mencintai bahasa, seni, dan budaya Bali sejak dini,” ucap Wiratama.
Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi semangat dan antusiasme para siswa dalam mengikuti materi menari dan bernyanyi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting mengenalkan budaya dan tradisi Bali sejak dini. “Minimal dasar-dasar budaya Bali sudah dikenal siswa sejak dini, mulai dari Bahasa Bali, Tari Bali, hingga magending Bali,” ujar Jaya Negara.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen memberikan ruang kreativitas bagi para siswa melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan pembelajaran yang didukung ruang berekspresi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), Denpasar Festival (Denfest), maupun berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya di Kota Denpasar. “Harapan kami, budaya dan tradisi Bali dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda. Tujuan utama pelestarian budaya itu sendiri. Di era saat ini, selain harus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional, muatan lokal juga sangat penting dikenalkan kepada peserta didik,” papar Jaya Negara. (pas)

