Nasional

TP PKK Sosialisasikan Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi
Diterbitkan: 4 Juni 2026, 13:13

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mengurangi residu sampah melalui pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Tim Penggerak (TP) PKK sebagai motor penggerak di tingkat keluarga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Badung Peduli Residu dan Optimalisasi Bank Sampah Mangu Srikandi di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 mengusung tema ”Saatnya Bekerja untuk Iklim”.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis 600 paket popok kain dan pembalut pakai ulang ramah lingkungan kepada TP. PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung serta enam perwakilan sekolah. Penyerahan ini bentuk edukasi nyata mengkampanyekan pengurangan sampah residu rumah tangga.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat peduli terhadap sampah residu sulit terurai, dan mengancam lingkungan. Ia berharap masyarakat beralih dari produk sekali pakai ke produk ramah lingkungan. ”Ini bukan semata-mata masalah kebersihan, tetapi kita menjaga alam dan bumi yang kita cinta bersih dari sampah. Kalau kita pikirkan mungkin itu akan kelihatan suli, karena harus mencuci popok dan pembalut yang ramah lingkungan ini. Kenapa mencuci jadikan pekerjaan yang sulit, sedangkan selama ini pakaian dalam kita, kita cuci sendiri. Apa bedanya dengan pembalut atau popok, saya kira kalau ini sudah kesadaran masyarakat ikut menjaga lingkungan dan bumi kita, ini tidak akan sulit,” ujarnya

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung, menegaskan pihaknya akan terus menggulirkan gerakan Badung Peduli Residu. Ia meminta seluruh kader PKK di Kabupaten Badung aktif mensosialisasikan gerakan ini demi mengajak warga lebih bijak mengelola produk berpotensi sampah residu. ”Kita sering turun ke masyarakat mensosialisasifikasi gerakan ini, dan saya akan sering turun ke masyarakat melalui banjar, desa, kelurahan, kecamatan. Saya berharap jajaran PKK, Posyandu dan semua organisasi yang saya koordinir, mulai dari anggotanya, pengurusnya dan semua juga lapisan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Gelar Tirtaya Lansia Peserta Posyandu Paripurna Tahap II

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi, melaporkan berkat dukungan semua pihak, capaian pemilahan sampah di Badung saat ini menyentuh angka 72 persen. Pengurangan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) telah mencapai sekitar 33 persen. Meski begitu, tantangan sampah residu yang belum termanfaatkan optimal masih membayangi.

Rai Wirastuthi menyampaikan, melalui Program Badung Peduli Residu, ia terus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin bijak dalam memilih, menggunakan, dan mengelola produk sehari-hari. Dengan demikian, residu yang dihasilkan dapat ditekan semaksimal mungkin. ”Tujuan kegiatan ini mengoptimalkan peran Bank Sampah Mangu Srikandi sebagai sarana edukasi dan penguatan ekonomi sirkular Masyarakat. Selain memperkuat peran Tim Penggerak PKK sebagai agen perubahan dalam membangun budaya pengurangan sampah dan residu sejak dari rumah tangga,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri dan diikuti Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kementerian LH/BPH R.I, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, para Camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan di lingkungan Pemkab Badung, TP PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Desa se-Kabupaten Badung, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kabupaten Badung, Siswa-Siswi SMA dan SMP, serta unsur pelaku usaha di Kabupaten Badung. (pas)

Shares: