Nasional

Dekranasda Bali Fashion Day ”Wastra Hitakara”, ASN Peduli Endek dan Gerakkan IKM Bali Bangkit
Diterbitkan: 1 September 2026, 21:16

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Dekranasda Bali Fashion Day ”Wastra Hitakara” menjadi bagian dari membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali melibatkan ASN sebagai pengguna sekaligus konsumen produk IKM lokal. Kegiatan menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit dilangsungkan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8/2026).

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan kebijakan Gubernur Bali penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek serentak bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna lebih luas daripada sekadar membangun kekompakan dan kerapian ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas masing-masing wilayah di Bali. Penggunaan endek secara konsisten diharapkan menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi para perajin, penenun, dan pelaku IKM Bali.

Ny. Putri Koster mengajak ASN tidak berhenti menggunakan kain endek, tetapi mengambil bagian menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing. ”Mari kita belajar bersama mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin saudara kita sendiri. Jika bukan kita peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya,” tegas Ny. Putri Koster.

Ia mengingatkan masyarakat Bali tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan akibat membanjirnya produk dari luar Bali ditawarkan dengan harga lebih murah. ”Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang. Kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenpar Widiyanti Putri: Apresiasi Gubernur Koster Larang Plastik Sekali Pakai

Ny. Putri Koster menjekaskan Dekranasda Bali Fashion Day salah satu bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai ruang kolaborasi mempertemukan kain tenun endek, kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi, serta komposisi musik dalam satu panggung.

Melalui kolaborasi tersebut, kata Ny. Putri Koster, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas penggunaan kain endek sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis wastra Bali. Dengan demikian, kain endek tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Dekranasda Bali Fashion Day juga membawa pesan bahwa ASN dapat mengambil peran nyata dalam keberlangsungan IKM/UMKM Bali. Peran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menggunakan, membeli, dan turut mempromosikan produk buatan perajin lokal.

Gubernur Bali, Wayan Koster turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah. ”Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ucap Gubernur Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali; serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Baca Juga :  <strong>HUT Ke-28 Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Walikota Jaya Negara Luncurkan Tiga Inovasi Berbasis Digital</strong>

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, serta perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan busana, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, dan menggerakkan perekonomian Bali.(fkb/pas)

Shares: